Pemuda
ialah manusia yang diberikan anugerah berupa ambisi yang mampu membawa
perubahan disetiap sendi-sendi kehidupan. Bahkan mereka mampu menjadi pembaharu
di masyakat yang tengah kebingungan. Tokoh-tokoh tersebut menjadi pahlawan di
masyarakat yang berpengaruh dan setiap ibu berharap melahirkan pahlawan
tersebut. Islam yang dibawa Rasulullah (Muhammad SAW) dengan kesempurnaannya
membawa cahaya dalam kegelapan masa jahiliyah membebaskan manusia dari zaman kebodohan ke
masa gemilang peradaban. Pemuda-pemuda
muslim membawa perubahan sosial di masyarakat membangun kekuatan
ekonomi, politik dan perang . Semangat yang dimiliki mereka mempengaruhi begitu
banyak orang disekitarnya. Beberapa diantaranya adalah Ali bin Abi Thalib,Khalid
bin Walid, Zaid bin Ali, Abu Hanifah, Abdurrahman
Al- Al-Awza’i, Imam Malik. Khalid bin Walid berkata "Andaikata kalian
bersembunyi di langit, niscaya kuda-kuda kami akan memanjat langit untuk
membunuh kalian. Andaikata kalian berada di perut bumi, niscaya kami akan
menyelami bumi untuk membunuh kalian." Kata-kata Khalid
tersebut membawa gerakan semangat dalam diri setiap muslim saat berperang
bersamanya. Kedatangannya membawa resah pada setiap musuh Allah dan membawa
rasa gembira pada kaum muslimin karena setiap kemenangan-kemenangan yang diraih
Khalid dan kaum muslimin yang ikut berperang. Khalid adalah seorang
panglima perang kaum musyrikin Quraish yang kemudian beliau besyahadat dan
menjadi sahabat yang diberikan gelar pedang Allah yang selalu terhunus.
Hanya apabila kebaikan dan kekuatan menjelma jadi matahari yang menerangi
kehidupan, atau purnama yang merubah malam jadi indah, atau mata air yang
menghilangkan dahaga. Nilai sosial setiap kita terletak pada apa yang kita berikan kepada
masyarakat, atau pada kadar manfaat yang dirasakan masyarakat dari keseluruhan
performance kepribadian kita. Maka, Rasulullah saw berkata, "Sebaik-baik
manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain."
Demikianlah,
kita menobatkan seseorang menjadi pahlawan karena ada begitu banyak hal yang
telah ia berikan kepada masyarakat. Maka, takdir seorang pahlawan adalah bahwa
ia tidak pernah hidup dan berpikir dalam lingkup dirinya sendiri. la telah
melampai batas-batas kebutuhan psikologis dan biologisnya. Batas-batas
kebutuhan itu bahkan telah hilang dan lebur dalam batas kebutuhan kolektif
masyarakatnya di mana segenap pikiran dan jiwanya tercurahkan.
Dalam makna
inilah pengorbanan menemukan dirinya sebagai kata kunci kepahlawanan seseorang.
Di sini ia bertemu dengan pertanggungjawaban, keberanian, dan kesabaran. Tiga
hal terakhir ini adalah wadah-wadah kepribadian yang hanya akan menemukan makna
dan fungsi kepahlawanannya apabila ada pengorbanan yang mengisi dan menggerakkannya.
Pengorbananlah yang memberi arti dan fungsi kepahlawanan bagi sifat-sifat
pertanggungjawaban, keberanian, dan kesabaran.
Maka, keempat
makna dan sifat ini—rasa tanggung jawab keagamaan, semangat pengorbanan,
keberanian jiwa, dan kesabaran. adalah rangkaian dasar yang seluruhnya
terkandung dalam ayat-ayat jihad. Dorongannya adalah tanggung jawab keagamaan
(semacam semangat penyebaran dan pembelaan). Hakikat dan tabiatnya adalah
pengorbanan. Perisainya keberanian jiwa. Namun, nafas panjangnya adalah kesabaran.
Maka, benarlah
apa yang dikatakan Sayyid Quthb, "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri
akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Akan tetapi,
orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati
sebagai orang besar."
Kaidah itu tidak
saja berlaku bagi kehidupan individu, tetapi juga merupakan kaidah universal
yang berlaku bagi komunitas manusia Syakib Arselan, pemikir Muslim asal Syiria,
yang menulis buku Mengapa Kaum Muslimin Mundur dari Orang Barat Maju menjelaskan
jawabannya dalam kalimat yang sededma, "Karena," kata Syakib Arselan,
"orang-orang Barat lebih banyak berkorban dari pada kaum Muslimin. Mereka
memberi lebih banyak demi agama mereka ketimbang apa yang diberikan kaum
Muslimin bagi agamanya."
Sekarang,
mengertilah kita. Dan ketika ada pertanyaan, "Apakah yang dibutuhkan untuk
menegakkan agama ini dalam realitas kehidupan?" Maka jawabnya adalah
hadirnya para pahlawan sejati yang tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri,
tetapi hidup bagi orang lain dan agamanya, serta mau mengorbankan semua yang ia
miliki bagi agamanya.
.”Generasi
muda pada setiap bangsa merupakan tiang kebangkitam, pada setiap kebangkitan
mereka adalah rahasianya, dan pada setiap gagasan , mereka adalah pembawa
benderanya” . Hasan Al-Banna

0 komentar:
Posting Komentar