Masa depan suatu Bangsa sangat
ditentukan oleh Generasi mudanya. Pemuda adalah tonggak perubabahan. Oleh
karena itu, pemuda seharusnya bersungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita
bangsanya dan mempertahankan harkat dan martabatnya.
Pemuda
islam adalah ia yang dalam jiwanya terpatri nilai-nilai islam dengan baik.
Islam adalah agama rahmatal lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam). Nilai-nilai
yang baik tersebut tercermin dalam setiap fikiran, perkataan dan perbuatam para
pemuda islam. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Oleh karenanya, masyarakat muslim Indonesia, terutama pemudanya mempunyai
tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan membangun Bangsa ini.
Genarasi
muda saat ini harus waspada dengan dua bahaya; bahaya syahawat dan bahaya
syubuhat.Tiada jalan lain untuk menyelamatkan generasi muda dari dua
ancaman bahaya di atas kecuali dengan menyampaikan pesan-pesan Islam kepada
generasi muda. Berikut ini kami kemukakan beberapa pesan untuk generasi muda:
1. Menuntut ilmu agama dan giat beribadah
Pentingnya pendidikan agama bagi
generasi muda
Pemuda adalah unsur terpenting dalam sebuah
negara, untuk melihat maju atau mundurnya suatu negara bisa kita lihat melalui
tingkat keilmuan dan keimanan generasi muda negara tersebut.
Oleh sebab itu Islam sangat memperhatikan pendidikan agama
bagi generasi muda, baik dari segi keilmuan maupun keimanan.
Dalam segi keimanan, Allah telah memberikan contoh dalam
kitab Al Quran yang mulia dengan kisah pemuda Ashabul Kahfi,
bagaimana mereka tetap kokoh dalam mempertahankan keimanan di saat kaum atau
bangsa mereka telah dilanda oleh kerusakan moral dan keimanan. Keadaan tersebut
memaksa mereka untuk menjauhi kaum mereka yang telah rusak. Di saat kemampuan
untuk memperbaiki tidak lagi mereka miliki, Allah memberikan pertolongan untuk
menyelamatkan mereka dari ancaman kaum yang membenci mereka, sehingga mereka
tertidur dalam gua (Kahfi) selama tiga ratus tahun.
Allah memuji mereka dalam firmanNya:
{إِذْ
أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ
رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا {10}
إلى قوله {إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ
وَزِدْنَاهُمْ هُدًى {13}
“Ingatlah ketika para pemuda mencari tempat perlindungan kedalam
gua, lalu mereka berdo’a: Wahai Tuhan kami, berilah rahmat kepada kami dari
sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami
(ini).
Sampai kepada firman Allah; “Sesungguhnya mereka itu
adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada
mereka petunjuk”.
Dalam ayat yang mulia ini, Allah mengisahkan
perjuangan para pemuda dalam mempertahankan keimanan mereka dalam keadaan yang
amat sulit di tengah-tengah kaum mereka. Mereka terusir dari tengah-tengah kaum
mereka, tapi mereka konsekwen dengan keimanan mereka sehingga Allah memberikan
rahmat dan petunjuk kepada mereka dalam keadaan yang amat sulit tersebut.
Allah mengabadikan kisah mereka sebagai ibroh bagi para
pemuda setelah mereka, dimana kerusakan yang terjadi dalam kaum mereka
tidak menggoyahkan keimanan mereka.
Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas:
“Al fityah adalah para pemuda, mereka
(para pemuda) adalah orang yang lebih mudah untuk menerima kebenaran serta
mengikuti jalan petunjuk dibandingkan orang yang sudah lanjut usia yang telah
dimakan usia dan lenyap terjerumus dalam agama yang batil. Karena itu yang
paling banyak menerima seruan Allah dan RasulNya r adalah para pemuda. Adapun
orang-orang tua dari suku Quraisy kebanyakan tetap kekal di atas agama nenek
moyang mereka, tidak ada yang memeluk Islam kecuali sedikit, demikian pula yang
Allah ceritakan tetang Ashabul Kahfi bahwa mereka adalah
para pemuda”. (Tafsir Ibnu Katsir: 3/74).
Ashabul kahfi adalah salah satu bentuk generasi muda yang
tidak terpengaruh oleh zaman yang dilanda kerusakan iman dan moral. Demikian
halnya para anbiya' seperti nabi Ibrohim, nabi Musa dan nabi kita Muhammad r.
Mereka tegar dalam memegang kebenaran dan berjuang untuk melakukan perubahan
terhadap zaman mereka. Mereka tidak terbuai denga sepoi angin kesesatan dan
kemaksiatan.
Mengisi masa muda dengan segala aktivitas
baik keilmuan maupun keimanan telah dipesankan oleh Rasulullah r dalam sabda
Beliau:
((اغْتَنِمْ خَمْساً قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ
وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ
وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَراغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ
وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ))
“Pergunakanlah yang lima sebelum datang masa yang lima; Masa
mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu,
masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa
sibukmu dan masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu”. (HR Hakim no 7846).
Dari hadits ini dapat kita simpulkan betapa
pentingnya masa muda untuk dipergunakan untuk segala hala yang positif. Karena
dimasa muda keadaan tubuh seorang manusia dalam masa yang sangat sempurna dalam
segala hal, baik dari segi fisik maupun kekuatan inteligensia, begitu juga
dalam hal menghadapi tantangan dan rintangan.
Maka selayaknyalah para generasi muda untuk benar-benar
menyadari betapa penting usia muda mereka. Bahwa usia muda adalah saatnya untuk
menggali dan menggembangkan segala potensi diri dalam menyacari ilmu dan
pengalaman yang sesungguhnya, baik hal duniawi maupun ukhrawi.
Pemuda yang membina pengalaman spritualnya
dengan penuh keimanan merupakan salah satu dari tujuh golongan yang mendapatkan
naungan dari Allah pada hari kiamat di Padang Mahsyar, di saat jarak matahari
dengan kepala manusia hanya sejengkal.
Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah r dalam sabda Beliau;
((سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمُ الله ُفي ظِلِّهِ يَوْمَ لاظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ اْلإمَامُ الْعَادِلُ
وَشَابٌ نَشَأَ بِعِبادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ في الْمَسَاجِدِ
وَرَجُلانِ تَحَاباَ في اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ
دَعَتْهُ امْرَأةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إنِّي أَخَافُ اللهَ وَرَجُلٌ
تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَى لاَ تَعْلَمُ شِمَالهُ ُمَا تُنْفِقُ
يَمِيْنُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ))
“Ada tujuh golongan, Allah
menaungi mereka di bawah naungan-Nya, pada hari tiada naungan kecuali
naungan-Nya; Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan penuh ketaatan
kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang
saling berkasih-sayang di jalan Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah
karena-Nya, dan laki-laki yang diajak oleh wanita bangsawan lagi cantik (untuk
melakukan maksiat), maka ia menjawab: Sesungguhnya aku takut kepada Allah dan
laki-laki yang bersedekah lalu disembunyikannya sampai tangan kirinya tidak
mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya dan laki-laki yang mengingat
Allah di kesunyian (malam) sampai ia meneteskan air mata”. (HR Al Bukhary no
629 dan Muslim no 1031).
Dalama hadits tersebut terdapat
motifasi yang sesungguhnya bagi para pemuda untuk membina diri mereka dalam
ilmu dan pengalama spritualnya.
Amirulmukminin Umar bin Khatab t
berkata; (تَفَقَّهُوْا
قَبْلَ أَنْ تَسُوْدُوْا)
“Hendaklah kamu berilmu
sebelum kamu memimpin”.
Pemuda hari ini adalah pemimpin
hari esok, baiknya masa depan suatu masyarakat dapat kita lihat bagaimana
generasi muda mereka hari ini?
Ilmu yang sangat penting untuk
dimiliki pemuda adalah ilmu keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, karena
keimanan dan ketakwaan adalah kompas penunjuk arah dalam segala situasi dan
kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bila situasi dan kondisi
masyarakat dalam keadaan melarat dan miskin hal tersebut akan dihadapi dengan
penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah, tanpa melanggar norma-norma agama.
Apabila situasi masyarakat dalam keadaan berkecukupan hal tersebut akan
memotivasi mereka untuk bersyukur dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai
dengan tuntunan agama, mereka akan terhidar dari sikap mubazir, berpoya-poya
serta hura-hura.
2.
Mebekali diri dengan
berbagai keterampilan
Banyak generasi muda kita setelah
menyelesaikan pendidikan menjadi pengangguran dan menjadi beban masyarakat.
Mereka sering terkendala dalam memperolah lapangan pekerjaan. Hal itu
disebabkan karena minimnya keterampilan yang mereka miliki. sehingga banyak
pekerjaan di negeri ini dikerjakan oleh tenaga asing. Apa lagi untuk bersaing
dalam mendapat pekerjaan di luar negeri, mereka lebih tidak siap lagi bila
dilihat dari segi skil, keterampilan dan pengalaman. Pada hal amat banyak pula
lapangan pekerjaan di luar negeri terutama di negara-negara timur tengah,
secara khusus tenaga medis dan eletro.
Kelemahan yang mendasar dari tenaga skil negara kita adalah
terkendala dari segi bahasa. Akibatnya gaji tenaga kerja kita di luar negeri di
bawah gaji tenaga kerja Pilipina.
Hal tersebut dilatar belakangi oleh rasa kecemburuan terhadap
hal yang benuangsa Islam sangat besar dari kalangan kaum skuler di negara ini.
Hal ini terbukti dari segi pengajaran bahasa arab di sekolah dan peguruan
tinggi umum tidak mendapat peluang dan perhatian setara dengan bahas inggris.
Ditambah lagi sistem pendidikan kita kurang memperhatikan
pasar lapangan pekerjaan. Seperti metode pengajaran bahasa inggris di
sekolah-sekolah, tidak sebagus yang ada di tempat-tempat kursus. Buktinya orang
yang belajar bahasa inggris melalui kursus 3 bulan lebih baik dari siswa yang
sudah belajar bahasa inggris melalui pendidikan formal 3 tahun.
Maka kepada generasi muda kami pesankan bekalilah di anda dengan
berbagai keterampilan dan pengalaman. Sesungguhnya pekerjaan rendahan bila
dikerjakan dengan profesional akan menghasilakan karya berkuwalitas tinggi.
Jangan gengsi melakukan pekerjaan-pekerjaan rendahan sekalipun, seperti
berternak, bertani atau menjadi buruh.
Sebagaimana Rasulullah r di masa kecilnya demikian pula para
Nabi yang lainnya bekerja sebagai pengembala kambing dalam rangka mendapatkan
pengalaman
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ r
بِمَرِّ الظَّهْرَانِ وَنَحْنُ نَجْنِى الْكَبَاثَ فَقَالَ النَّبِىُّ r
«عَلَيْكُمْ بِالأَسْوَدِ مِنْهُ». قَالَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّكَ
رَعَيْتَ الْغَنَمَ قَالَ « نَعَمْ وَهَلْ مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ وَقَدْ رَعَاهَا ».
متفق عليه.
Dari
Jabir berkata: Suatu hari Kami bersama Nabi r di "Marri
dzohron" sedang memanen buah Arak, maka Nabi r bersabda:
"Pilihlah yang paling hitam" kami mengatakan : "Wahai
Rasulullah, sepertinya engkau pernah mengembala kambing?" Beliau menjawab:
"Ya. Tidak ada seorang nabipun kecuali pernah mengembala kambing" [HR.
Bukhari Muslim]
Rasulullah
r tidak pernah berhenti membekali dirinya dengan pengalaman hidup. Setelah
menginjak usia remaja beliau membantu pamannya dalam berdagang ke Syam.
Kemudian di usia dewasa beliau mengambil upah dari menjualkan dagangan
Khadijah. Sebagaimana hal tersebut di kemukakan oleh para ulama yang menulis
sejarah kehidupan beliau.
3.
Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia
Ada banyak sifat yang semestinya tidak layak bagi seorang
terpelajar, apalagi seorang muslim. berbagai penyimpangan (dekadensi) moral di
tengah para pelajar banyak terjadi, seperti kebiasaan suka berdusta, dengki dan
khianat serta tidak menghormati orang yang lebih tua, begitu juga kebrutalan
dan banyak lagi sifat-sifat tercela yang mewarnai tingkah laku para generasi
muda sehari-hari yang tidak mungkin untuk kita uraikan satu persatu
disini.
Disamping itu berbagai
kasus bunuh diri yang terjadi dikalangan pelajar. Belakangan ini dunia
pendidikan kita juga mendapat tantangan baru, yaitu maraknya kejahatan bunuh
diri dikalangan para pelajar. Kalau hal ini tidak di atasi secara serius, akan
berdampak negatif sekali kepada kehidupan generasi muda kita.
Islam
sangat memperhatikan pendidikan umatnya terutama generasi muda untuk berakhlak
mulia. Sebagaimana Rasulullah r di masa muda beliau di gelari Al Amiin (orang
terpercaya) oleh orang kafir Quraisy. Karenanya Allah memuji Akhlak Rasulullah
r dalam firman-Nya:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ [القلم/4]
"Dan
sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung".
Bahkan Rasulullah
r menegaskan dalam sabda beliau tentang tugas belaiu di utus menjadi rasul:
((إنما
بعث لأتمم مكارم الأخلاق)) رواه في الموطأ وصححه الشيخ الألباني في
"الصحيحة" (45).
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia".
Demikian pula halnya orang tua para ulama terkemuka dalam
memulai pendidikan anak-anak mereka. Sebagaimana orang tua imam Malik mengirim
anaknya kepada Rabi'ah untuk belajar akhlak yang mulia sebelum menuntut ilmu.
Namun berbeda dengan generasi muda saat ini, mereka
menjadikan figur dan idola mereka orang-orang yang jauh dari berakhlak mulia,
apakah itu bintang film, penyanyi, bintang bola dan seterusnya.
Pada hal mentauladani mereka tidak sedikitpun membawa manfaat
untuk mereka di dunia apalagi di akhirat kelak. Wahai generasi muda contolah
orang yang paling mulia pribadinya dan paling agung akhlaknya yaitu Nabi
Muhammad r. Allah berfirman:
{لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ
وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب/21]
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu
suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah
dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".
Sepatutnya generasi muda kita menjadi kebanggaan bagi orang
tua, masyarakat dan negara dalam akhlak mereka sehari. Berakhlak di rumah, di
kampus dan sekolah, di jalan dan dimanapun mereka berada dan terhadap siapapun
saja baik terhadap orang tua, terhadap dosen dan guru, terhadap sesama teman
dan masyarakat.
4. Menghindari pergaulan bebas
dan obat-obat terlarang
Maraknya
pergaulan bebas dan pornografi dalam kehidupan para generasi muda. Hal ini
boleh dikatakan yang sangat menonjol dikalangan generasi muda di samping
penggunaan obat-obat terlarang, serta adanya sebagian siswi yang menjadi
penjaja sex bebas. Kehidupan siswa sehari-hari selalu dihadapkan dengah hal-hal
yang memicu dan mengacu kepada persoalan pornografi dan sex bebas, mulai dari
sistem belajar yang bercampur antar pelajar pria dan wanita, pakaian sekolah
yang dapat mengumbar birahi, bacaan dan tontonan yang mereka nikmati sepanjang
hari, sampai sampul bukupun tak luput dari menampilkan foto-foto porno. Maka
tidak salah bila sebagian orang berkata bahwa kebiasaan muda-mudi kita serba
porno; pakain porno, omongan porno, bacaan porno, tontonan porno.
Disamping itu Maraknya Penggunaan
obat-obat terlarang (ganja, heroin, ekstasi, putaw dll). Penggunaan obat-obat
terlarang adalah merupakan ancaman yang amat serius bagi generasi masa depan
bangsa, yang sebagian besar pelakunya adalah generasi muda dan para pelajar.
Berikut ini kita sebut bebrapa
ayat dan hadits untuk mengatisipasi pergaulan bebas:
Larangan mendekati hal-hal yang
membawa kepada perbuatan zina
{وَلَا
تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا} [الإسراء/32]
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang
buruk".
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -r- قَالَ « كُتِبَ عَلَى ابْنِ
آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ
زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ
زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا
وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ »
رواه مسلم.
Dari Abu hurairah t dari nabi r beliau
bersabda: "Telah ditetapkan tehadap anak Adam bagianya dari zina, ia
mendapai hal itu tanpa bisa mengelak. Zina kedua mata adalah pandangannya, zina
dua telinga adalah pendengarannya, zina lidah adalahbicaranya, zina tangan
adalah rabahannya, zina kaki adalah langkahnya, hati berkehendak sedangkan
kemaluan yang membuktikan hal itu atau mendustakannya". (H.R.
Muslim)
Perintah menjaga pandangan terhadap yang bukan mahram
{قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ
أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ
أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا
مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا
يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ} [النور/30، 31]
"Katakanlah
kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci
bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya".
Larangan menyerupai lawan jenis
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: لعن النبي r
المخنثين من الرجال والمترجلات من النساء وقال (أخرجوهم من بيوتكم). رواه البخاري
Dari Ibnu AbbasRadhiyallahu 'anhuma mengatakan :
"Nabi r melaknat laki – laki yang menyerupai perempuan
dan perempuan yang menyerupai laki – laki "
Larangan berduan dengan lain jenis yang
bukan mahram
Rasulullah bersabda:
عن عقبة بن عامر : أن رسول الله r قال ((إياكم
والدخول على النساء)) فقال رجل من الأنصار يا رسول الله! أفرأيت الحمو ؟ قال الحمو
الموت)) رواه الترمذي وقال: حسن صحيح.
Dari uqbah bin Amir, bahwasanya Rasulullah r bersabda
Janganlah kalian memasuki wanita. Maka seorang laki–laki dari Anshar bertanya:
" Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ipar? Beliau
menjawab: "Ipar adalah maut (bahaya)." [HR. tirmidzi]
Beliau bersabda lagi:
((لا يخلون رجل بامرأة إلا كان ثالثهما
الشيطان)) رواه الترمذي، وقال الشيخ الألباني : صحيح
"Tidaklah seorang laki-laki berduan dengan perempuan
kecuali setan yang ketiganya".
Larangan melihat aurat sesama jenis dan tidur dalam satu
selimut
عن أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ t أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ
r قَالَ « لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ
إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلاَ يُفْضِى الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِى ثَوْبٍ
وَاحِدٍ وَلاَ تُفْضِى الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِى الثَّوْبِ الْوَاحِدِ ».
رواه مسلم.
Dari abu Sa'id Alhudrit bahwasannya
Rasulullah r bersabda: "Janganlah seorang laki-laki
melihat aurat lak-laki lain demikian pula halnya dengan perempuan. Dan
jangan lah seorang laki-laki bersama dengan laki-laki lain dalam satu selimut,
demikian pula halnya dengan perempuan."
Perintah menutup aurat
Allah berfirman:
{يَا أَيُّهَا
النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا
يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} [الأحزاب/59]
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Perintah untuk menikah bagi yang sudah memiliki kemampuan
materi
Rasulullah r bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ t قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ
اللَّهِ r «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ
فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ». متفق عليه
Dari Abdillah mengatakan: "Rasulullah
bersabda: Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang sudah mapu untuk
menikah, maka hendaklah menikah, sesungguhnya hal itu lebih menundukkan
pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Dan bagi siapa yang belum sanggup
hendaklah berpuasa, sesungguhnya hal itu akan membentenginya" [HR.
Bukhari dan Muslim]
Adapun
dalil-dalil yang mengharamkan mengkosumsi obat-obat terlarang diantarayna:
Rasulullah r bersabda :
«وَإِنِّى أَنْهَاكُمْ عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ». رواه أبو داود
وصححه الشيخ الألباني.
"Sesungguhnya saya melarang kalian dari
setiap yang memabukkan"
[HR. Abu Dawud, Shahih]
Beliau bersabda lagi:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r قَالَ «كُلُّ
مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ». متفق عليه.
Dari Ibnu Umar t bahwa Rasulullah r bersabda:
"Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah
haram". (H.R.
Bukari-Muslim).
5. Menghormati penguasa dan memuliakan ulama
Ancaman lain terhadap generasi muda adalah
ancaman bahaya syubuhat (pemikiran). Seperti pemahaman yang eksrim dalam
beragama, atau pemahaman sekuler, liberal dan aliran-aliran sesat lainnya.
Bahkan tidak jarang generasi muda menjadi sasaran utama rekrukmen para kelompok
terorisme dan kelompok liberalisme. Cara yang sering ditempuh oleh para aliran
sesat dalam menebarkan pemikiran mereka kepada generasi muda adalah dengan
menjatuhkan kehormatan penguasa dan ulama terlebih dahulu di mata generasi
muda. Sehingga dengan demikian mereka para pelaku aliran sesat dengan mudah
untuk mempengaruhi generasi muda. Dikala kehormatan penguasa telah dijatuhkan,
dengan demikian para pelaku kesesatan bisa lari dari jeratan hukum. Dan apabila
umat telah dijauhkan dari ulama, maka umat tidak lagi mendengarkan
nasehat-nasehat ulama, lalu umat akan kehilangan pegangan, maka mereka pelaku
aliran sesat memfaatkan situasi dengan bebas menyebarkan pemikiran sesat mereka
di tengah masyarakat. Oleh sebab itu Islam sangat memperhatian kedudukan
penguasa dan kehormatan ulama.
Perintah
menghormati penguasa dan ulama
Rasulullah r bersabda:
وعن عبادة بن الصامت t أن رسول الله r قال"ليس منا
من لم يجل كبيرنا ويرحم صغيرنا ويعرف لعالمنا حقه " رواه أحمد والطبراني
الحاكم (إسناده حسن كما في تخريج الترغيب)
Dari Ubadah bin Shamit, bahwasannya rasulullah
bersabda "Bukan darikami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak
menyayangi yang muda dan tidak mengetahui haq orang berilmu" [HR. Ahmad, Hasan]
Dan lafazt yang lain berbunyi:
عوَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو t عَنِ النَّبِىِّ r
قَالَ «مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرِنَا فَلَيْسَ
مِنَّا». رواه أبو داود والترمذي وقال الشيخ الأباني: صحيح.
Dari Abdullah bin 'Amru t dari
Nabi r beliau bersabda: "Barangsiapa yang tidak mengasihi orang
kecil kami dan tidak mengenal hak orang dewas kami maka ia bukan dari golongan kami".
Larangan
berprilaku eksrim dalam agama
قال بن عباس قال لي رسول الله r: ((يا أيها الناس إياكم
والغلو في الدين فإنه أهلك من كان قبلكم الغلو في الدين)). رواه النسائي وابن ماجه
وقال الشيخ الألباني : صحيح.
Ibnu Abbas berkata: Rasulullah r bersabda "Wahai sekalian
manusia! Janganlah kalian melampaui batas dalam beragama. Sesungguhnya penyebab
kehancuran umat sebelum kalian adalah berlebi-lebihan dalam
beragama" [HR.An Nasai dan Ibnu Maah, dan dishahihkan
syaikh Albani]
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ t قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r
«هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ». قَالَهَا ثَلاَثًا. رواه مسلم
Dari Abdullah bin Mas'ud t ia
berkata telah bersabda Rasulullah r: "Binasalah orang yang
berlebih-lebihan". (H.R. Muslim).
6. Memilih teman yang baik.
Diantara hal yang sering menjerumuskan
seseorang kedalam kesesatan dan kemaksiatan adalah teman akrab. Betapa banyak
anak-anak baik menjadi anak nakal karena dipengaruhi oleh teman-temannya. Oleh
sebab Islam mengajarkan kepada umatnya adab mencari teman. Sebagaimana
dipesankan Rasulullah r dalam sabdanya:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ r قَالَ
«الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ». رواه
أبو داود وقال الألباني: حسن.
Dari Abi Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Seseorang itu berada di atas agama temannya, maka hendaklah kalian
melihat sipa yang menjadi teman dekatnya" [HR. Abu Dawud]
Kesalahan dalam mencari teman akan membawa
penyesalan di akhirat kelak, sebagaimana Allah gambarkan penyesalan orang yang
salah dalam mencari teman:
{وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا
لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ
أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ
جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا} [الفرقان/27-29]
"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang
yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu)
aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku
(dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)".
Perumpamaan teman baik dan teman jelek, teman
yang baik akan membawa kebaikan bagi seseorang, sebaliknya teman yang buruk
akan membawa keburukkan bagi seseorang.
Sebagaimana sabda Rasulullah r:
عَنْ أَبِى مُوسَى t عَنِ النَّبِىِّ r قَالَ «إِنَّمَا
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ
وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ
تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ
الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً».
متفق عليه.
Dari Abu Musa, dari Nani r beliau
bersabda: "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah
bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi adakalanya
ia memberimu, adakalanya engkau membeli darinya, setidak-tidaknya engkau
mencium bau wangi darinya. Dan pandai besi adalanya pakaianmu terbakar
karenanya, dan minimal kamu mencium bau busuk darinya". (H.R. Bukhari Muslim).
7. Mempergunakan waktu dengan
sebik-baiknya.
Dunia generasi muda saat ini lebih banyak
diisi oleh kegiatan hura-hura dan membuang-buang waktu, pada hal waktu adalah
sesuatu yang amat mahal dalam hidup seseorang. Betapa banyak orang menyesal di
hari tua karena lalai di hari mudanya. Semasa muda waktunya habis di warnet, di
kedai kopi, nongrong di jalanan, atau main gim dan bersenda gurau. Pada hal
agama kita memrintahkan kepada umatnya agar mempergunakan waktu sebaik mungkin.
Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)
إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) [العصر/1-3]
"Demi masa, Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".
Betapa banyak ayat yang menerangkan tentang
waktu dan Allah bersumpa dengan waktu-waktu tersebut. seperti dalam ayat di
atas Allah bersumpa dengan waktu asar. Karena waktu asar adalah saat orang
menghitung untung rugi yang di alaminya pada setiap hari. Nah pernahkah kita
melakukan hal itu dalam perjalanan hari-hari kita?
Rasulullah r bersabda:
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال النبي r ((نعمتان
مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ)) رواه البخاري
Dari Ibnu Abbas mengatakan :
Nabi r bersabda : "dua nikmat yang banyak orang melalaikannya,
sehat dan waktu luang". [HR.Bukhari]
Dan sabda Rasulullah r:
عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ t أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r
قَالَ لِرَجُلٍ وَهُوَ يَعِظُهُ: "اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ:
شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ
فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ" رواه
الحاكم وصححه الشيخ الألباني في صحيح الجامع (1077).
Dari Amr bin Maimun, Rasulullah memberikan
nasihat kepada seorang laki – laki : "Mafaatkan lima perkara sebelum lima
perkara; masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelu miskin, luang
sebelum sempit dan hidup sebelum mati" [HR. Al Hakim]
Dan Rasulullah r bersabda lagi:
وعن معاذ بن جبل t قال قال رسول الله r لن تزول قدما عبد
يوم القيامة حتى يسأل عن أربع خصال عن عمره فيما أفناه وعن شبابه فيما أبلاه وعن
ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه وعن علمه ماذا عمل فيه رواه البيهقي والبزار
والطبراني بإسناد صحيح واللفظ له. ( صحيح الترغيب والترهيب - (ج 3 / ص 227)
Dari Mu'azd bin jabal t ia berkata telah
bersabda Rasulullah r: "Tidak akan melangkah seseorang pada hari
kiamat sampai ditanya tentang empat hal: tentang umurnya dimana ia habiskan?
tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan? tentang hartanya dari mana ia
peroleh dan kemana ia belanjakan? serta tentang ilmu apa yang telah ia
amalkan?"
Ibnu Umar pernah berkata:
(إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من
صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك). رواه البخاري
"Apabila engkau di sore hari janganlah
engkau menunggu pagi dan apabila engkau di pagi hari janganlah engkau menunggu
sore. Ambilah dari masa sehatmu untuk masa sakitmu dan dari masa hidupmu
untuk kematianmu".
Sumber
:
Hafiz,
Abdul. 2015. Peran Pemuda Islam dalam Membangun Bangsa. KAMMI Daerah NTB :
PK KAMMI UNRAM.
DR.
Ali Musri Semjan Putra, M.A hafidzohulloh

0 komentar:
Posting Komentar